Kumpulan puisi
Bangkalan, 16 Maret 2016
Kumpulan Puisi
Emosi Dalam Kesendirian
Malam bukan lagi lambang kesunyian
Karena malam menghadirkan beribu pertanyaan
Aku terbangun dari diri yang sendiri tanpa berfikir
Aku teringat akan satu hal
Suatu yang tidak semestinya aku fikirkan
Namun begitu kuat membangunkan
Memaksa jiwa untuk terus mengeluarkan segala emosi dalam
hati
Mungkin karena aku terlalu terjerumus dalam kesunyian
Kesunyian yang begitu lama dijalani
Sampai kapan hal tidak pasti akan membuat kesendirian terasa
dalam ruang keramaian
Hanya karena sendiri tidak pasti sunyi selamanya
Bangkalan, 16 Maret 2016
Jiwa Dalam Hati
Biji berubah menjadi benih
Benih menjulang menjadi pohon
Namun cahaya matahari menentukan arah perubahan
Memaksa benih tumbuh mengikuti sinar datang
Benih tidak akan menjadi batang yang lurus
Benih akan berbelok sesuai dengan sinar itud datang
Semua belum pasti seperti yang diharapkan jika tiada
perubahan
Bangkalan, 16 Maret 2016
Tengkorak
Apa yang dirimu banggakan
Coba kamu lihat dalam jiwa
Apakah jiwamu menyadari
Atau kau hanya mampu sadar
Bahwa dirimu hanyalah sebatas tulang yang dilapisi daging
dan kulit
Di aliri dengan darah yang mengalir dalam aliran saraf
Mampukah kau menyadari semuanya
Tengkorakmu bukan suatu yang pantas untuk di banggakan
Dan coba kamu fikirkan kembali
Apakah kamu mampu menyadari
Bahwa semua bukan hanya sadar
Kalau dalam lubang seleher bukan tempat pemuas nafsu
Jangan kau buat dirimu ada dalam rasa sadar
Karena sadar tidak
pasti menyadari
Bangkalan, 16 Maret 2016
Gunung
Melangkahkan kaki menuju puncak tertinggi
Kaki kaki bercumbu dengan bebatuan tebing
Pandangan diseimuti asap tak berujung
Dikepalaku masih tersimpan
Letusan kawah dan magma yang mengalir
Kini tubuhku terasa diselimuti hawa dingin ketakutan